Cyberculture dalam Budaya Masyarakat
Internet merupakan produksi teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebagai produk teknologi internet dapat memunculkan jenis interaksi sosial baru yang berbeda dengan interaksi sosial sebelumnya di masa lalu. Dahulu, masyarakat berinteraksi secara face to face dan di masa sekarang masyarakat berinteraksi di dalam dunia maya atau lebih dikenal dengan interaksi sosial online. Masyarakat memiliki alternatif lain untuk melakukan interaksi sosial melalui kecanggihan teknologi informasi ini.
Munculnya internet dapat menghubungkan antar manusia dari berbagai belahan dunia yang tidak saling kenal sebelumnya dengan cara mengkoneksikan komputer dengan jaringan internet. Interaksi antar manusia tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmani salah satunya adalah kebutuhan akan informasi. Setiap orang membutuhkan informasi sebagai bagian dari tuntutan kehidupan dan segi penunjang kegiatannya. 0leh karena itu internet sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan informasi tersebut.
Saat ini di seluruh dunia telah terkoneksi dengan internet, termasuk Indonesia. Adanya internet melahirkan gejala visual. Gejala visual terdapat di mana-mana dan berbagai tanda visual telah menjadi bahasa komunikasi visual yang memberikan ruang interpretasi dan reinterpretasi tentang pengalaman dan realita. Gejala visual ini didorong oleh kehadiran berbagai media komunikasi yang kita kenal dengan sebutan media sosial. Media sosial secara masif dijadikan wadah untuk membentuk makna diri di dalam dunia postmodern.
Berkembangnya media sosial akhirnya memunculkan fenomena sosial tersendiri yang disebut dengan cyber culture. Di dalam cyber culture terdapat interaksi antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya khususnya dalam hal komunikasi dalam aspek visual. Cyberculture memberikan ruang yang bebas bagi setiap individu untuk melakukan kegiatan apapun. Hal ini dapat dilihat dalam masyarakat urban yang memiliki kecanggihan teknologi dalam smartphone yang mereka gunakan di kehidupan sehari-hari. Mereka mendokumentasikan kehidupan mereka dengan mengunggahnya di media sosial dalam bentuk budaya selfie.
Contoh : leon memberikan informasi kepada kenn berupa jejaring media sosial bisa berupa instagram , twiitwer , facebook apapun media sosial yang bisa leon beritahu kepada kenn tenrang informasi terkini sehingga memudahkan dalam mendapatkan informasi yang terbaru dan ter update melalui media sosial tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar