Rabu, 28 April 2021

Cyberculture dalam masyarakat

 

Cyberculture dalam Budaya Masyarakat 



Internet merupakan produksi teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebagai produk teknologi internet dapat memunculkan jenis interaksi sosial baru yang berbeda dengan interaksi sosial sebelumnya di masa lalu. Dahulu, masyarakat berinteraksi secara face to face dan di masa sekarang masyarakat berinteraksi di dalam dunia maya atau lebih dikenal dengan interaksi sosial online. Masyarakat memiliki alternatif lain untuk melakukan interaksi sosial melalui kecanggihan teknologi informasi ini. 

Munculnya internet dapat menghubungkan antar manusia dari berbagai belahan dunia yang tidak saling kenal sebelumnya dengan cara mengkoneksikan komputer dengan jaringan internet. Interaksi antar manusia tersebut bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup baik kebutuhan rohani maupun kebutuhan jasmani salah satunya adalah kebutuhan akan informasi. Setiap orang membutuhkan informasi sebagai bagian dari tuntutan kehidupan dan segi penunjang kegiatannya. 0leh karena itu internet sangat bermanfaat untuk pemenuhan kebutuhan informasi tersebut.


Saat ini di seluruh dunia telah terkoneksi dengan internet, termasuk Indonesia. Adanya internet melahirkan gejala visual. Gejala visual terdapat di mana-mana dan berbagai tanda visual telah menjadi bahasa komunikasi visual yang memberikan ruang interpretasi dan reinterpretasi tentang pengalaman dan realita. Gejala visual ini didorong oleh kehadiran berbagai media komunikasi yang kita kenal dengan sebutan media sosial. Media sosial secara masif dijadikan wadah untuk membentuk makna diri di dalam dunia postmodern. 

Berkembangnya media sosial akhirnya memunculkan fenomena sosial tersendiri yang disebut dengan cyber culture. Di dalam cyber culture terdapat interaksi antara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya khususnya dalam hal komunikasi dalam aspek visual. Cyberculture memberikan ruang yang bebas bagi setiap individu untuk melakukan kegiatan apapun. Hal ini dapat dilihat dalam masyarakat urban yang memiliki kecanggihan teknologi dalam smartphone yang mereka gunakan di kehidupan sehari-hari. Mereka mendokumentasikan kehidupan mereka dengan mengunggahnya di media sosial dalam bentuk budaya selfie.

Contoh : leon memberikan informasi kepada kenn berupa jejaring media sosial bisa berupa instagram , twiitwer , facebook apapun media sosial yang bisa leon beritahu kepada kenn tenrang informasi terkini sehingga memudahkan dalam mendapatkan informasi yang terbaru dan ter update melalui media sosial tersebut.

Konvergensi Media di Era Milenial

 Konvergensi media merupakan pilihan tak terhindarkan bagi perusahaan media massa. Konvergensi menjadi kunci keberlangsung industri media di era multimedia.

Konvergensi media mengubah semua elemen informasi menjadi bentuk digital. Konvergensi media erat kaitannya dengan era digitalisasi. 

Teori tersebut menyebutkan, teknologi baru membawa media yang berbeda secara bersamaan untuk menjalankan fungsi baru. Teknologi baru mengubah konten media dan mengubah interaksi manusia dengan lembaga-lembaga sosial seperti pemerintah, lembaga pendidikan, dan sistem perdagangan.

Pengertian Konvergensi Media

Konvergensi media, fenomena yang melibatkan interkoneksi teknologi informasi dan komunikasi, jaringan komputer, dan konten media. Konvergensi media menyatukan "Tiga C" —Computing, Communication, dan Content — dan merupakan konsekuensi langsung dari digitalisasi konten media dan mempopulerkan Internet.  Lima elemen utama dari konvergensi media — teknologi, industri, sosial, tekstual, dan politik. (Encyclopedia Britannica)

Konvergensi media adalah istilah yang dapat merujuk pada (1) penggabungan teknologi media yang sebelumnya berbeda dan bentuk media karena digitalisasi dan jaringan komputer; atau (2) strategi ekonomi di mana properti media yang dimiliki oleh perusahaan komunikasi menggunakan digitalisasi dan jaringan komputer untuk bekerja bersama (The Canadian Encyclopedia).



Konvergensi media adalah fenomena bergabungnya berbagai media yang sebelumnya dianggap berbeda dan terpisah yang meliputi media cetak maupun media elektronik (misalnya televisi, radio, surat kabar, dan komputer) menjadi satu ke dalam sebuah media tunggal.

Konvergensi media adalah proses penggabungan berbagai bentuk isi media yang terdiri dari teks, foto, gambar, audio, video, serta animasi yang dapat ditampilkan pada salah satu platform (telepon seluler, laptop, televisi, dan komputer). Melalui teknologi digital memungkinkan isi media dapat dikirim ke seluruh platform media (internet, televisi, suratkabar, radio), dimana kemudian konsumen dapat menikmati melalui berbagai platform (telepon seluler, gawai, netbook, laptop, televisi, dan komputer)
Contoh : dalam konvergensi media saat ini berupa ponsel dan media televisi salah satunya yang ada di dalam ponsel , saat ini ponsel sudah di bekali fitur - fitur canggih sepeprti music player ,kamera dan aplikasi yang sudah terhubung ke internet sehingga memudahkan kita untuk mengakses semua kita butuhkan dan kita inginkan. dalam ssebuah televisi yaitu contohnya berita - berita yang di siarkan sesuai fakta dan akurat yang sudah di rangkai dalam chhanel berita yang sudah tidak asing lagi contohnya sebagai berikut : 
  • Kompas (Harian, Kompas TV, Kompas.com)
  • Tempo Media (Majalah, Harian, tempo.co, Tempo TV)
  • Republika (Harian, Republika.co.id)
  • Media Indonesia (Harian, Metro TV, Metrotv.com) 
  • Seputar Indonesia (Harian, Sindo.com, RCTI)

Cyberculture dalam masyarakat

  Cyberculture dalam Budaya Masyarakat  Internet merupakan produksi  teknologi  yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat. Sebagai produk tek...